21 September 2017

Kabar Baik

BY Agrita Tp No comments


Hallo sobat AGRITA.
Kami kembali hadir setelah sekian lama tidak update di blog. 
Karena terjadi masalah dalam blog kami, namun alhamdulillah akhirnya sekarang dapat kembali seperti sediakala. Mungkin kami bisa berbagi cerita tentang apa saja yang telah kami lakukan dibeberapa waktu yang lalu.

Mungkin kita bisa mengawalinya dengan memperkenalkan wajah baru dari Pengurus Harian AGRITA 2017.
Pengurus Harian AGRITA dengan jumlah divisi yang sama seperti tahun sebelumnya yaitu Ketua Umum, Sekretaris, Perusahaan, Produksi, Redaksi, HRD, dan Humas. Humas merupakan divisi yang baru yang sebelumnya merupakan divisi Riset. Namun melihat pentingnya humas bagi sebuah organisasi terutama lembaga pers mahasiswa yang akan mengkoordinasikan hubungan AGRITA dengan wilayah di luarg Agrita. dengan harapan adanya divisi Humas dapat membantu hubungan agrita dengan lembaga di luar Fakultas dalam hal yang menyangkut kejurnalistikan. Kemudian, divisi Riset dilebur ke dalam divisi Redaksi. Semoga dengan ini AGRITA dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Kepengurusan  baru ini telah berjalan lebih dari setengan periode. Mungkin disini kami akan berbagi progres yang telah kami lakukan antara lain.
Launching PH, pembuatan mading, Hari Bina Ilmu Jurnalistik (Habiju), Open House (OH) AGRITA, Open Recruitment Anggota Baru, dan penjalinan kerjasama dengan Lembaga di FTP dalam rangka Hari Pangan Sedunia.

Mungkin sampai disitu yang dapat kami kabarkan melalui blog ini. Sobat AGRITA dapat mengikuti kami melalui:
LINE: @zks5575j
INSTAGRAM: agrita.tp
EMAIL: agrita.tp@gmail.com 

23 April 2016

[Hari Buku Sedunia] Kenapa tanggal 23 April?

BY Agrita Tp No comments


Selamat Hari Buku Sedunia 2016, Sobat AGRITA!

Kalian tahu nggak sih kenapa hari buku sedunia itu dipilih dirayakan setiap tanggal 23 April? 
Ternyata ada sejarahnya lho, Sobat.

Hubungan antara tanggal 23 April dan buku pertama kali dibuat pada tahun 1923 oleh penjual buku di Spanyol, tepatnya di kota Catalonia, sebagai cara untuk menghormati penulis Miguel de carvantes yang meninggal pada tanggal tersebut.

Awalnya, tanggal 23 April merupakan Hari Saint George di wilayah Catalonia (sejak abad pertengahan) dimana para pria akan memberikan bunga mawar kepada kekasihnya. Akan tetapi, pada tahun 1923 para penjual buku di Catalonia mulai  mempengaruhi tradisi tersebut. Sejak tahun 1925, para perempuan  akan memberikan sebuah buku sebagai ganti mawar yang diterimanya.

Nah, di tahun 1995 melalui Konferensi Umum di Paris UNESCO menetapkan bahwa World Book Day dan Copyright Day dirayakan setiap tanggal 23 April karena bertepatan pula dengan hari ulang tahun dan kematian William Shakespeare, kematian Miguel de Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega dan Josep Pla serta kelahiran dari Maurice Druon, Vladimir Nabokov, Manuel Mejía Vallejo dan Halldór Laxness. Tujuan dari penetapan World Book Day dan Copyright Day ini adalah untuk mempromosikan budaya membaca, penerbitan, dan hak cipta.

Memang, awalnya ada beberapa pihak yang berbeda pendapat mengenai tanggal kematian Shakespeare dan Cervantes ini sebab pada saat itu Inggris dan Catalonia menggunakan sistem kalender yang berbeda. Pada saat itu Inggris menggunakan kalender Julian sedangkan Catalonia menggunakan kalender Gregorian. Namun, telah dipastikan bahwa Miguel meninggal dan dimakamkan pada 23 April dan William Shakespeare juga meninggal dunia pada tanggal tersebut.

Gimana Sobat? Sekarang udah tahu kan sejarah dari hari buku sedunia itu seperti apa?
Karena kalian sekarang udah tahu, yuk mulai dari sekarang semakin kita hargai mereka dengan cara banyak membaca buku :)

#JagaBudayadenganMembaca #YukMembaca #SalamAksara #SalamAGRITA

Dari berbagai sumber
[Arum]

30 December 2014

BY Agrita Tp No comments

ANGKRINGAN GARASI HIMATIPA




Halo sobat AGRITA ! Lama tak bersua, alias kudet (kurang update) haha. Kali ini kita mau ngebahas tempat makan yang mungkin akan jadi destinasi kalian selanjutnya. Tempat makan ini mungkin sudah sangat familiar di telinga, yaitu Angkringan. Sebuah tempat makan unik yang menjadi tempat favorit hampir seluruh warga Jogja untuk berkumpul melepas penat setelah seharian berkegiatan atau sekedar untuk mengisi perut yang kosong, tidak terkecuali mahasiswa. Angkringan menjadi sangat digemari karena makanan yang dijajakan sangat banyak macamnya dan harganya yang murah dan relatif terjangkau oleh saku mahasiswa.
Tapi yang mau kita bahas kali ini bukan angkringan biasa, angkringan ini adalah sebuah realisasi ide ‘gila’ dari mahasiswa jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIPA) Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Angkringan ini dikelola secara mandiri oleh mahasiswa langsung sebagai salah satu program kerjanya. Angkringan ini di launching pertama kali pada saat acara HIMATIPARTY tanggal 22 November 2014 atau tiga hari setelah hari jadi ke-26 jurusan TIP dengan mengusung nama atau tema ‘Angkringan Garasi Himatipa’ yang berawal dari lokasi angkringan ini yang berada di depan garasi sebuah toko. Hal ini sudah menjadi bukti bahwa mahasiswa FTP UGM sangat kreatif dan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah.
Makanan yang dijajakan di angkringan ini tidak jauh berbeda dengan angkringan lainnya, seperti nasi kucing, aneka gorengan, aneka sate, dan aneka minuman. Namun yang membedakan adalah angkringan ini relatif lebih terjaga kebersihannya. Mulai dari tempat, peralatan makan, sampai ke penjualnya hehehehe. Selain itu di sini juga disediakan tempat makan lesehan dan area parkir yang cukup luas, sehingga cocok untuk digunakan oleh mahasiswa yang ingin berkumpul untuk melakukan rapat atau sekedar nongkrong sambil menghabiskan waktu bersama teman-teman. Berikut foto suasanan angkringan yang redaktur ambil ketika berkesempatan berkunjung.


Nah sobat AGRITA, gimana ? Menarik kan ? Penasaran kan ? Kalau penasaran ingin mencoba makanan dan suasana angkringan ini langsung saja datang ke Jalan Magelang km. 5,5 (barat jalan, depan toko UD.Tani Maju). Selamat mencoba, salam AGRITA !

BY Agrita Tp No comments

KEBUN TEH NGLINGGO




             Halo sobat AGRITA! Ada rubrik baru lho di AGRITA, namanya ‘Jalan-Jalan’. Mungkin dari namanya saja sudah pada tahu isi dari rubrik ini. Yup benar sekali, rubrik ini berisi ulasan tentang tempat-tempat di Jogja dan sekitarnya yang menarik untuk dikunjungi dan bisa menjadi referensi liburan untuk teman-teman.
                Nah, untuk kesempatan perdana rubrik ini akan mengulas suatu tempat di Kabupaten Kulonprogo. Tepatnya Kebun Teh di Dusun Ngilnggo Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta. Karena tempatnya yang berada di pegunungan Menoreh menjadikan tempat ini memiliki suasana sepi, sejuk (bahkan dingin bila di pagi hari), ditambah dengan kicauan satwa liar yang ada di sekitar kebun teh, menambah asyiknya lokasi kebun teh ini.
Akses jalan untuk menuju tempat ini cukup mudah. Dari tugu Jogja  ke barat ke Jalan Godean, belok kanan di perempatan Nanggulan. sampai di perempatan Pasar Dekso (ciri2: ada lampu merah dan tugu lumayan besar di tengah perempatan). Kemudian belok kiri dan ikuti jalan yang ada sampai di pertigaan Plono Desa Pagerharjo. Dari pertigaan ini, dapat mengambil arah ke kanan. Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, teman-teman akan sampai di lokasi kebun teh. Estimasi waktu melalui rute ini sekitar 1,5 – 2 jam. Selama perjalanan akan banyak dijumpai persimpangan kecil, jadi jangan ragu untuk bertanya.
Modal yang harus disiapkan adalah kendaraan (mobil/motor) dengan kondisi siap jalan jauh, perbekalan  secukupnya, keterampilan mengemudi, dan tentunya mental. Semua itu harus teman-teman penuhi mengingat medan yang dilalui cukup terjal dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok, naik turun, aspal yang tidak cukup bagus, serta jarang ditemui bengkel dan warung selama perjalanan.

Demikian ulasan mengenai Kebun Teh Nglinggo. Selamat berpetulang.

Salam AGRITA!

02 October 2014

HARI BATIK NASIONAL : Batik di Pandangan Mahasiswa Teknologi Pertanian

BY Agrita Tp No comments


Tanggal  2  Oktober  memang  sudah  lewat.   Untuk   sebagian  orang,  rasanya  asing  jika mendengar pertanyaan, “ada hari penting apa di tanggal 2 Oktober?”.  Nah,  jawabannya  di tanggal 2 Oktober itu ada hari penting yang disebut dengan Hari Batik  Nasional.  Kemudian akan muncul pertanyaan lagi "Lah, kok bisa ada peringatan seperti itu ?" 

Semuanya dimulai lima tahun yang lalu tepatnya tanggal 2 Oktober 2009, pada tanggal tersebut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau proses yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia untuk mendapat pengakuan refresentatif dari UNESCO soal batik  terbilang cukup lama. Diawali dengan proses nominasi Batik Indonesia ke UNESCO, 3 September 2008, pemerintah Indonesia harus menunggu lebih dari 4 bulan. UNESCO akhirnya menerima secara resmi pada 9 Januari 2009 untuk diproses lebih lanjut.

Sebelumnya, prahara terjadi berkaitan tentang batik. Lagi, Malaysia menjadi momok menjengkelkan bagi Indonesia dalam hal pengklaiman kebudayaan. Namun, pemerintah Indonesia langsung bereaksi atas kejadian itu. Mereka segera mendaftarkan Batik ke dalam jajaran daftar representatif budaya tak benda warisan manusia ke UNESCO.

Berapa bulan setelah diterima UNESCO, tahap selanjutnya yang ditempuh dalam proses pengakuan Batik ialah pengujian tertutup di Paris. UNESCO menggelar pengujian selama 4 hari, 11-14 Mei 2009.

Hal yang ditunggu-tunggu pun tiba. Rabu, 2 Oktober 2009, jadi puncak penantian Indonesia. UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representative Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kemudian sejak saat itu tanggal 2 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Pada tanggal tersebut, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik. Begitu juga yang dilakukan oleh civitas akademika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada pada hari ini. Mayoritas dari mereka baik dosen, karyawan, atau mahasiswa menggunakan batik untuk berkegiatan. Batik yang digunakan pun beragam dan tidak sebatas batik Jogja ataupun Jawa. Ada yang menggunakan batik Sumatra, Kalimantan, sampai Papua. Hal ini menunjukkan bahwa rasa kepedulian civitas akademika FTP terhadap batik sebagai warisan Indonesia bagi dunia sangat tinggi. Mereka yang tidak memakai batik pun mengaku jika batik mereka tidak kotor karena telah dipakai di hari sebelumnya, mereka juga pasti mengenakan batik.

Kami juga sempat mewawancarai salah satu mahasiswa TP yang pada hari batik ini terlihat sangat partisipatif untuk menyambutnya. Namanya adalah Zeus Agung P.S atau lebih sering dipanggil Usa dari jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) angkatan 2014. Berikut hasil wawancara kami dengan Usa (R : Redaktur ; Z : Zeus)

R : Menurut Zeus, apa itu arti batik Indonesia dan Hari Batik Nasional ?
Z : Menurut saya batik itu adalah budaya warisan Indonesia yang telah berubah dari trend tradisional (kuno) menjadi modern dan mulai digemari oleh anak muda.

R : Bagaimana cara Zeus untuk memperingati Hari Batik Nasional ini ?
Z : Mengenakan batik dan melestarikan batik sesuai bidang keilmuan TIP. Contohnya adalah membuat desain kemasan produk yang bercorak batik hehehe

R : Lha terus kenapa sekarang tidak mengenakan batik ?
Z : Soalnya baju batik saya masih kotor dan masih di tempat laundry hahaha

Kemudian inilah beberapa gambar suasana FTP yang serba batik pada saat memperingati Hari Batik Nasional tahun 2014.

lobby lantai 1 gedung baru

ruang kelas TIP genap 2014

selasar FTP

kantin FTP

Kemudian sebagai bonus, inilah wajah dari narasumber kita yaitu Zeus Agung P.S (TIP 2014)
:D

Bagaimana ? Sudah tahu kan di tanggal 2 Oktober itu ada apa ? Lalu sudah tahu juga kan kenapa kita sebagai anak muda harus bangga dan melestarikan batik Indonesia ? Maka dari itu, mari kita jaga budaya Indonesia yang luhur ini dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang berusaha merebutnya dari Indonesia. 

Salam AGRITA :)